Hamdan Nugroho Profile
21 064247 Muhammad Fazlur R
22 064300 Hadian Iswara
23 064354 Kasnanto
24 064360 Budi Setiawan
25 064363 Danny Alit Danardono
26 064365 R Kamara Hadisasmita
27 064370 Hamdan Nugroho
28 064402 Augi
29 064494 Hendrayani
30 064522 Andry Wicaksono
31 064535 Nanda Lendi Irawan
From : Website
IKPM Jaya Sampaikan 11 Butir Pernyataan Sikap
Sejumlah 20 mahasiswa me-wakili 900 orang anggota yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Jakarta Raya (IKPM Jaya) Yogyakarta, Kamis (22/1) mengadakan dialog dengan DPRD I DIY.
Dalam dialog itu, IKPM Jaya menyampaikan 11 butir pernyataan sikap atas krisis moneter dan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Selain dialog, mereka juga melakukan aksi pembagian stiker cinta rupiah di Jalan Malioboro Yogyakarta.
Delegasi IKPM Jaya yang di-pimpin Hamdan Nugroho (Ketua Umum) dan Heri Samsul Bahri (Sekretaris), diterima Ketua DPRD I DIY Subagio Waryadi, bersama Drs HM Fak-kih dan R Soerachmanadi (FABRI), Dra Hj Shoimah Kastolani dan HM Hudoro Saebani (FPP) dan Drs Wahyudi (FKP). Dalam dialog tanpa disertai aparat keamanan itu, berlangsung tertib, aman dan lancar.
Ke 11 butir pernyataan sikap IKPM Jaya itu menuntut, agar pemerintah menyelesaikan kri-sis nasional secara terbuka, pemerintah memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara di Asia, pemerintah membuat UU anti monopoli, oligopoli dan kartel, serta mem- buat UU perlindungan konsumen, menuntut dikeluarkannya Keppres tentang penarikan dana masyarakat di luar negeri.
Serta menuntut pemerintah untuk melakukan pengetatan terhadap pinjamnan luar negeri, terutama oleh pihak swasta. Pemerintah meninjau kembali kebijaksanaan ekonomi Indonesia yang menyebabkan ketergantungan kepada IMF dan lebih menitik-beratkan pada ekonomi kerakyatan. Pemerintah melakukan reformasi politik yang berorientasi pada kedaulatan rakyat.
Pemerintah agar secara serius melakukan pendidikan politik kepada rakyat, juga melakukan pemerataan dalam bidang ekonomi, mengimbau segenap lapisan masyarakat agar tidak terpancing terhadap isu-isu negatif, serta mewaspadai terhadap agitasi bangsa lain dalam bentuk neo-imperialisme.
Rakyat makin menderita
Menurut Hamdan Nugroho, pemerintah sebagai pemegang kebijaksanaan moneter, ternyata tidak kompak dalam menyelesaikan krisis ini. Sedangkan rakyat yang selama ini terpinggirkan oleh proses pembangunan, justru semakin menderita dengan melemahnya rupiah ter-hadap dolar. Karena krisis moneter yang terjadi, ditandai naiknya laju inflasi di Indonesia yang semata-mata bukan gejala ekonomi.
Laju inflasi yang parah sekarang ini, lanjutnya, ternyata se-makin menyengsarakan rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Naiknya laju inflasi 20 persen dan semuanya berasal dari naiknya harga barang yang di-beli dari golongan berpenghasilan rendah. Maka akan sangat memprihatinkan lagi, jika biaya pendidikan juga ikut-ikutan naik.
Melalui DPRD I DIY ini, lan-jutnya, mereka minta agar sektor pendidikan tetap dipikirkan, agar tidak terjadi kenaikan bia-ya. Sebab mereka yakin, dengan krisis moneter ini tentunya akan mengimbas terhadap biaya pendidikan.
Sedangkan stiker warna putih IKPM-Jakarta Jaya yang dibagikan kepada masyarakat secara gratis di Jalan Malioboro Yogyakarta itu, merupakan ge-rakan moral untuk memasarkan masyarakat cinta terhadap ru-piah. Isinya, GUe SUKe Rupiah (gusur), LU PUn Suka (lupus).
Stiker gerakan cinta rupiah itu juga ditempelkan di tembok-tembok di Jalan Malioboro Yogyakarta. "Pemba- gian stiker ini, sebagai upaya untuk menggerakkan masyarakat agar cinta terhadap rupiah," kata Hamdan Nugroho.(als)
Dari Website KPU
Perolehan Suara Caleg per Daerah Pemilihan per Parpol
| Daerah Pemilihan | : Jawa Barat - IX |
| Parpol | : Partai Amanat Nasional |
| NO. URUT | NAMA CALEG | JUMLAH SUARA |
| 1. | YUSUF MACAN EFFENDI (DEDE YUSUF) | |
| 2. | Ir. M. RIDHA KASIM | |
| 3. | Dra. H. NINA MARDIANA, M.Ed | |
| 4. | Ir. HAMDAN NUGROHO | |
| 5. | ACHMAD FACHRUDDIN, S.Sos | |
| 6. | Dra. Hj. RUBIAH HUSEN | |
| 7. | Ir. H. DENNY SUPRADEN PARTASASMITA M | |
| 8. | Hj. LIA HARUANI | |
| Jumlah Suara yang Mencoblos Partai dan Caleg | 48,194 | |
| Jumlah Suara yang Mencoblos Partai Saja | 27,781 | |
| Jumlah Suara | 75,975 | |
From : Website ANTARA 2007
29/12/07 21:25
Gerakan Rakyat Independen Dideklarasikan
Jakarta (ANTARa News) - Gerakan Rakyat Independen (GRI) secara resmi di dedeklarasikan oleh Ketua Umum Front Persatuan Nasional (PFN) KH Agus Miftach dalam suatu upacara di aula Rimbawan II, Manggala Wanabakti, Jakarta, kemarin
Bertindak sebagai Deklarator selaian KH Agus Miftach, seperti mantan anggota DPR Djoko Edi Abdul Rahman, praktisi hukum Munarman, Hamdan Nugroho, Ali Fahmi, Matsani, N Kukuh dan John Rozin.
Menurut Agus Miftach, GRI lahir karena tuntutan publik tentang perlunya independensi keadaulatan rakyat yang terlepas dari kooptasi kepentingan praktis partai politik yang belakangan menunjukkan proses demoralisasi secara luas.
Dengan demikian, katanya, GRI merupakan bentuk "perlawanan rakyat" terhadap oligarkhi parpol yang dinilai koruptif dan hedonis, yang dampak negatifnya tampak dalam realitas sosial yang semakin mundur dengan tingginya jumlah kemiskinan dan pengangguran.
Agus Miftach dalam sambutannya mengatakan, GRI akan mengajukan Capres/Cawapres dan Caleg Independen disemua tingkatan dalam Pemilu 2009, yang akan ditempuh melalui dua cara, yaitu usul amandemen konstitusi dan gugatan pengadilan.
"GRI dan FPN telah menyiapkan tim ahli yang tangguh untuk itu. Jika cara itu tidak berhasil GRI akan menempuh cara-cara politik untuk mewujudkan terjadinya perubahan sosial-politik demokrasi presedural," katanya.
Dia menilai, saat ini ada kecenderungan kebangkrutan moral bernegara yang akan mengantarkan bangsa Indonesia ke dalam jurang "kehancuran", sehingga harus segera diatasi.
"GRI menginginkan terjadinya perubahan sosial yang 'revolusioner', namun dengan cara-cara damai untuk meraih kembali tujuan nasional dan cita-cita bangsa yang hilang oleh oligarkhi parpol yang hedonis-materialis," ujarnya.
Agus menegaskan, FPN dan GRI ingin menemukan kembali Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 yang dinilai hilang dalam ketamakan bisnis oknum pengusaha dan kroninya melalui parpol yang menguasai pemerintahan.(*)
Copyright © 2008 ANTARA





Komentar terakhir
@*dtcomment*@@*titolopost*@
@*nome*@