KH Ahmad Dahlan - KH AR Fachruddin
|
REKONSTRUKSI SPIRITUALITAS TOKOH MUHAMMADIYAH(Studi tentang Apresiasi dan Refleksi Keagamaan KH. Ahmad Dahlan dan KH. AR. Fachruddin) |
|
|
![]() |
By: Drs. Khozin , M.Si Email: khozin@umm.ac.id Muhammadiyah and Islamic Study Center Created: 2002-08-14 , with 1 file(s). |
Keywords: Spiritualitas, REfleksi
Subject: Tokoh Muhammadiyah
Studi ini berawal adanya suatu fenomena sejarah tentang keberagamaan tokoh-tokoh Muhammadiyah sebagai penganut Islam puritan yang apresiasi keagamaannya menurut pencermatan peneliti agak tipikal. Apresiasi keagamaan ini sebagaimana yang terefleksi dalam semangat perjuangan, kesederhanaan, kejujuran dan keikhlasan dalam beramal.
Dari fenomena sejarah ini kemudian fokus penelitian ini dirumuskan: Pertama, mengapa tokoh-tokoh Muhammadiyah memiliki apresiasi keagamaan yang tipikal ? Kedua, bagaimana apresiasi keagamaan ini direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari ? Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan apresiasi keagamaan, yaitu pandangannya terhadap agama yang terefleksi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara akademik dengan memberikan sumbangan teoritik tentang wacana spritualitas Muhammadiyah. Sedangkan secara praktisnya dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang berwenang di persyarikatan untuk mendisain dan mengembil kebijakan yang berkenaan dengan pengembangan spiritualitas Muhammadiyah.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah beografis. Yaitu, penelitian yang berusaha menangkap fenomenna masa lalu yang bersifat individual. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk melakukan konstruksi masa lalu dari apresiasi keagamaan beberapa tokoh Muhammadiyah dan refleksinya dalam kehidupan sehari-hari. Subyek penelitian sengaja dipilih KH. Ahmad Dahlan dan KH. AR. Fachruddin keduanya adalah tokoh yang sangat berpengaruh di Muhammadiyah.
Penelitian menunjukkan hasil bahwa apresiasi keagamaan yang tipikal karena pandangan keagamaan yang diyakini. Menurut KH. Ahmad Dahlan bahwa beragama adalah menghadapkan jiwa hanya kepada Allah serta menghindarkan diri dari ketertawanan terhadap hal-hal yang bersifat kebendaan dengan bukti penyerahan harta dan jiwa kepada Allah. Sedangkan KH. AR. Fachruddin memandang agama sebagai peraturan hidup lahir dan batin yang harus direfleksikan dalam hidup sehari-hari sebagai wujud dari kesadaran yang dalam tentang adanya pembalasan di hari akhir. Refleksi dari pandangan keagamaan ini semangat juang yang tinggi disertai kerelaan berkorban harta benda, pikiran serta tenaganya sebagai wujud penyerahan diri yang total. Lebih dari itu adalah hidup dalam kesederhanaan, kejujuran dan keikhlasan.[]
Translation:
This study starts from the historical fenomenon on religious of Muhammadiyah figures as fundamental islamic follower wich appreciation of their religion according to researcher's investigation is more typical. This religion appreciation as that reflcted in spirit of struggle, simplicity, honesty and sincerity in doing.Starting from this historical fenomenon, than the focus of research formulated: Firstly, why do Muhammadiyah figures have typical apreciation of religious ? Secondly, how is the appreciation of religious reflected in the life ? This research meant to describe the appreciation of religious, that is their view to religious that reflected in hebite. This research is hope able to give adveantage academicly by giving theoritical contribution about discourse of Muhammadiyah spirituality. And in practising can be use by sides have outority in association to design and take police related to development of Muhammadiyah spirituality.
This research use historical biography methodology. That is research that attemp to cotch the last fenomenon that individualistic. In this case, researcher effort to do the last contruction from appreciation of religious of Muhammadiyah figures and its reflection in the life. The research subject is choosed expressly by KH. Ahmad Dahlan and KH. AR. Fachruddin. Both figures who have influence in Muhammadiyah.
The research point out the result that typical appreciation of religious becouse religious view which convinced. According to KH. Ahmad Dahlan that religious aims the soul only to Allah and avoid the self from internee to matters that have characteristic of material with evidence of delivery wealth and soul to Allah. And KH. AR Fachruddin look at religion as spiritual an material way of laife. Which must be reflected in the laife as from of deep awareness about revenge here after. Reflection from this religious view is high spirit with willingness to sacrifice materials, thougth and energy as form of total self delivery. More over it is life in simplicity, honesty and sincerity.[]
Copyrights:
Copyright © 2002 by Research CenterUniversitas Muhammadiyah Malang.Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||






Komentar terakhir
@*dtcomment*@@*titolopost*@
@*nome*@